spot_img

Karantina Merupakan Benteng Terakhir Menyelamatkan Indonesia

toBagoes.Aceh/Langsa
Karantina Merupakan Benteng Terakhir Menyelamatkan Barang Ilegal Masuk Ke Indonesia demikian hal ini disampaikan oleh Ketua DPW BPI KPNPA RI – Aceh Chaidir Hasballah, SE.,MH., CPM.,CPArb.,CPMCP saat berbincang dengan Media ini disalah satu cafe di Paya Bujok Seulemak Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa menanggapi banyaknya barang barang ilegal yang tertangkap oleh Aparatur Penegak Hukum (APH) yang berwenang.

“Kami sarankan tingkatan sarana dan prasarana bidang intelijen Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Langsa dan Karantina agar kinerja bidang tersebut dapat intens dalam mencegah datangnya barang barang ilegal yang masuk ke wilayah Indonesia khususnya Provinsi Aceh di pesisir laut pantai timur Aceh dan jalur darat”, ujarnya.

“Selain sangat merugikan Negara juga barang – barang ilegal ini berpotensi menyebabkan tersebarnya wabah/virus, hama dan penyakit bahaya lainnya serta faktor resiko kesehatan dari luar negeri ke dalam Indonesia khususnya Aceh”.

“Seperti halnya kasus Penyakit hewan menular mulut dan kuku (PMK) atau Foot and Mouth Disease (FMD) yang terjadi pada tahun 2021 yang lalu, hingga menyebabkan kerugian yang sangat signifikan baik itu pada masyarakat maupun negara”, jelasnya.

“Tutup semua gerbang pintu pintu masuk penyelundupan baik itu jalur laut maupun darat agar komoditas barang barang ilegal yang berpotensi membahayakan dan dapat menyebabkan kerugian besar pada Negara tersebut dapat diatasi .” Tutur Chaidir.

Chaidir Hasballah juga memberikan apresiasi dan support nya kepada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Langsa khususnya beserta APH terkait lainnya yang masih terus intens mencegah masuknya barang barang import ilegal di jalur pesisir pantai timur dan jalur darat ke wilayah Aceh.

BACA JUGA  Batalyon Infanteri 111/KB raih Juara Umum Lomba Yon Tangkas tahun 2025

Redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest news

Related news