toBagoes.Aceh/Jakarta
Isu reformasi Polri kembali mencuat. Anggota Komisi III DPR RI, Bob Hasan, menegaskan bahwa reformasi di tubuh Polri tidak boleh berhenti pada perombakan struktur organisasi atau pergantian personal semata. Reformasi sejati harus menyentuh akar persoalan dalam sistem penegakan hukum, agar Polri benar-benar berorientasi pada keadilan dan pelayanan masyarakat.
Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, menilai upaya reformasi Polri selama ini masih setengah hati. Menurutnya, perubahan hanya sebatas jargon tanpa menyentuh persoalan mendasar. Ia menegaskan bahwa perbaikan institusi Polri tidak akan berhasil tanpa adanya keberanian Presiden melakukan langkah tegas di level pimpinan.

“Reformasi Polri itu ya harus diganti juga Kapolri-nya. Kembalikan Polri kepada budaya dan adat istiadat bangsa, jangan hanya ikut arus kepentingan politik atau kelompok tertentu,” tegas Rahmad.
Rahmad menambahkan, Polri harus dikembalikan pada marwahnya sebagai pengayom rakyat, bukan sekadar alat kekuasaan. Ia menekankan, sudah saatnya Presiden mengambil langkah berani agar kepercayaan publik terhadap Polri dapat dipulihkan dan reformasi tidak sebatas jargon.*
Redaksi


