to Bagoes.Aceh/Jakarta
Senin 8 Desember 2025.
Polwan Brigpol fransiska yang kegiatannya Dinas di Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) asli anak Aceh Tamiang tepatnya di desa alur manis Kecamatan Rantau merasa sedih dan terenyuh hatinya melihat tanah kelahirannya luluh lantak akibat diterjang Banjir dan Longsor di daerah tersebut
12 (Dua Belas Kecamatan) di Kabupaten Aceh Tamiang yang berada di Provinsi Aceh diterjang banjir Bah yang sangat luar biasa menghancurkan hampir semua insfratruktur yang ada mulai dari akses jalan, jaringan listrik, jaringan satelit, jembatan, bahkan jaringan air bersih juga tidak luput dari amukan air bah yang membawa pasukan lumpur dan batang – batang pohon besar ke pemukiman masyarakat di 12 Kecamatan di Kabupaten tersebut.
Kabupaten Aceh Tamiang adalah salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah usai dihantam banjir bandang pada Rabu (26/11) lalu.

Adalah seorang Polwan Brigpol fransiska yang kegiatannya saat ini di Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) asli anak Aceh Tamiang Desa Alur Manis Kecamatan Rantau merasa sedih dan terenyuh hatinya melihat tanah kelahirannya luluh lantak akibat diterjang Banjir dan Longsor di daerah tersebut.
Dalam dialognya via WhatsApp Polwan yang berpangkat Brigadir ini mengatakan “Aku merasa terpanggil untuk membantu sesama demi kemanusiaan, Alhamdulillah walaupun semua keluarga ku selamat dalam musibah besar ini , tapi beberapa rumah saudara banyak yang hancur bahkan hilang, Aku harus mempersiapkan diri secara fisik dan mental sebelum berangkat ke Aceh Tamiang yang mengalami banjir dan longsor terparah”. ujarnya.
Ia berangkat pada Jum’at (05/12) kemarin untuk menyalurkan donasi dari para donatur yaitu dari Ketua Cabang 2 PG Mabesal beserta pengurus, Moro Palapa 54, Hanoman Rilastaka 56, Mama Mama temen Chilla Raffa, Miss Asbc, Istri Leting Angkatan Udara , Polwan 42 Polda Metro Jaya, Polwan Polda Sumses, Leting 44 Puslitbang Polri, Personel Puslitbang Polri, Ibu Ibu PNS Polda Sumsel, dan lain sebagainya , sekaligus ia melihat langsung kondisi keluarga dan kampung halamannya serta para korban yang terdampak banjir bah tersebut bersama rekan rekannya
“Ya aku harus menyiapkan mental sih yang jelas dan yang pasti aku mempersiapkan segala sesuatu untuk dibawa ke Aceh Tamiang, dari sembako, obat – obatan, makanan siap saji, perlengkapan lansia dan anak anak,” ujar fransiska di sela pembicaraannya dengan media to Bagoes.Aceh via handphone Senin, 8 Desember 2025.
Ia menyebut keberangkatannya merupakan bentuk kepedulian dan keprihatinannya yang sangat mendalam akibat musibah yang melanda tanah kelahirannya tersebut.
“Saya beserta team dari saudara yang turun langsung ke Kabupaten Aceh Tamiang dan semoga kedatangan kami dapat memberikan manfaat kepada seluruh saudara saudara ku yang sedang mengalami musibah dampak dari terjangan airbah yang meluluh lantakkan tanah kelahiran kami”, ujarnya sedih
Redaksi


