toBagoes.Aceh | Langsa,
7 Oktober 2026
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa menggelar Kuliah Riset BRIN bertema “Riset sebagai Pilar Utama Keilmuan” di Aula Gedung SBSN IAIN Langsa, Rabu (7/10/2026). Kegiatan ini menjadi forum akademik untuk membahas peran strategis riset dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pembacaan terhadap realitas sosial, serta kontribusinya bagi kehidupan masyarakat. Forum diikuti oleh mahasiswa program sarjana (S1) dan magister (S2) IAIN Langsa.
Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang pemaparan gagasan, pertukaran perspektif, dan diskusi ilmiah yang mempertemukan pengalaman akademik dan penelitian. Melalui forum ini, peserta diajak melihat riset tidak semata-mata sebagai proses menghasilkan karya ilmiah, tetapi sebagai bagian penting dari upaya memahami persoalan, membangun pengetahuan, dan menghadirkan kemanfaatan. Pembahasan diarahkan pada tiga aspek utama, yaitu hubungan riset dengan realitas sosial dan kebijakan, riset sebagai pilar pengembangan keilmuan, serta proses mengembangkan rasa ingin tahu menjadi pengetahuan yang berdampak.
Pemantik pertama, Yumasdaleni, S.Ag., M.Si., Ph.D., menyampaikan materi berjudul “Peran Riset dalam Menerjemahkan Realitas Sosial menjadi Kebijakan.” Dalam pemaparannya, riset dipandang sebagai instrumen penting untuk memahami berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat secara sistematis dan berbasis data. Hasil penelitian selanjutnya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Selanjutnya, Dr. Shiyamu Manurung, MA membawakan materi “Riset sebagai Pilar Utama Keilmuan: Dari Membaca Wahyu, Membaca Realitas, hingga Menghadirkan Kemanfaatan.” Perspektif tersebut menempatkan kegiatan riset dalam hubungan antara kemampuan memahami sumber-sumber pengetahuan, membaca realitas kehidupan, dan mengembangkan pengetahuan yang memberikan kemanfaatan. Dalam konteks studi Islam, riset juga menjadi ruang untuk mempertemukan pemahaman terhadap wahyu dengan persoalan-persoalan nyata yang dihadapi manusia dan masyarakat.
Pemantik berikutnya, Ramadoni, S.Pd., M.Pd., Ph.D., mengangkat tema “Dari Rasa Ingin Tahu Menuju Pengetahuan dan Dampak.” Ia menempatkan rasa ingin tahu sebagai salah satu titik awal lahirnya pertanyaan ilmiah. Pertanyaan tersebut kemudian dikembangkan melalui proses penelitian yang sistematis sehingga menghasilkan pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan dan diarahkan untuk memberikan dampak bagi penyelesaian berbagai persoalan nyata.
Rangkaian materi yang disampaikan dalam forum menunjukkan bahwa riset memiliki cakupan yang luas dalam kehidupan akademik. Riset tidak hanya berkaitan dengan pemilihan metode, pengumpulan data, dan penyusunan karya ilmiah, tetapi juga menuntut kemampuan mengidentifikasi persoalan, membaca fenomena secara kritis, membangun argumentasi berbasis bukti, serta menghasilkan pengetahuan yang memiliki relevansi dan kemanfaatan.
Melalui kegiatan bersama BRIN dan IAIN Langsa ini, mahasiswa S1 dan S2 didorong untuk membangun tradisi akademik yang berorientasi pada rasa ingin tahu, berpikir kritis, dan penelitian. Forum tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa bahwa riset merupakan bagian penting dari pengembangan keilmuan sekaligus sarana untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan realitas sosial. Dengan demikian, hasil riset tidak berhenti sebagai produk ilmiah, tetapi dapat berkembang menjadi pengetahuan yang berkontribusi bagi pengembangan ilmu, perumusan kebijakan, dan kemanfaatan bagi masyarakat.
Kaperwil Aceh


