toBagoes.Aceh/Jakarta
Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI), Rahmad Sukendar, SH, memberikan apresiasi tinggi terhadap keberhasilan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang berhasil membongkar sarang besar jaringan narkoba di Kampung Bahari, Jakarta Utara.
Operasi besar yang digelar pada Jumat (7/11) tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BNN RI, Komjen Pol. Dr. Suyudi Ario Seto, bersama 700 personel gabungan dari BNN, Polda Metro Jaya, Brimob, dan Polres Jakarta Utara. Dalam operasi itu, petugas berhasil mengamankan 89 kilogram sabu, 91 gram ganja, 159 butir ekstasi, 7 pucuk senjata api, serta uang tunai senilai Rp 1,4 miliar dan sejumlah barang berharga lain hasil kejahatan narkotika.
Rahmad Sukendar menilai, langkah tegas dan cepat dari aparat penegak hukum ini merupakan bukti nyata keseriusan negara dalam memberantas narkoba sampai ke akar-akarnya.
“Keberhasilan BNN dan Polri dalam operasi besar di Kampung Bahari patut diapresiasi setinggi-tingginya. Mereka telah menunjukkan dedikasi, integritas, dan keberanian luar biasa dalam menjaga masa depan bangsa. Ini bukan sekadar penggerebekan, tetapi bentuk nyata perjuangan menyelamatkan generasi bangsa dari kehancuran akibat narkoba,” ujar Rahmad Sukendar di Jakarta, Minggu (9/11).
Ia menegaskan, narkoba bukan hanya masalah hukum, tetapi juga ancaman serius terhadap moral, sosial, dan ekonomi bangsa, terutama bagi Generasi Emas Indonesia 2045. Menurutnya, setiap kilogram narkoba yang berhasil disita berarti ribuan nyawa generasi muda terselamatkan.
“Ketika narkoba diberantas, sejatinya kita sedang menyelamatkan masa depan anak bangsa. Satu kilogram sabu yang disita berarti ribuan generasi terselamatkan. Keberhasilan ini harus dijadikan contoh nasional dalam komitmen memberantas narkoba secara total dan berkelanjutan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rahmad Sukendar mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan tokoh masyarakat, untuk bersatu dalam gerakan nasional melawan narkoba. Ia menilai bahwa perang melawan narkoba tidak dapat dilakukan hanya dengan penindakan hukum, tetapi juga memerlukan pendekatan sosial, pendidikan, dan ekonomi yang menyentuh akar masalah di masyarakat.
“Pemberantasan narkoba harus dilakukan secara terpadu. Selain penegakan hukum, perlu ada edukasi sejak dini di sekolah-sekolah, peningkatan kesejahteraan di kawasan rawan narkoba, serta pemberdayaan masyarakat agar tidak terjerumus dalam lingkaran bisnis haram tersebut,” jelasnya.
Sebagai lembaga kontrol sosial dan pengawasan publik, BPI KPNPA RI berkomitmen mendukung penuh langkah BNN dan Polri dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Rahmad menegaskan, pihaknya akan terus bersinergi dengan aparat penegak hukum demi memastikan penegakan hukum berjalan tegas, transparan, dan berkeadilan.
“Kami berdiri di barisan yang sama dengan aparat penegak hukum. Tidak boleh ada ruang sedikit pun bagi bandar atau pengedar narkoba. Negara tidak boleh kalah. Ini adalah perjuangan moral untuk menyelamatkan generasi bangsa dari kehancuran,” tegasnya.
Rahmad mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendukung gerakan nasional ‘Indonesia Bersih dari Narkoba’ (Bersinar) dengan aktif menjadi bagian dari pengawasan sosial di lingkungan masing-masing.
“Perang melawan narkoba adalah perang kita bersama. Setiap warga negara harus menjadi mata dan telinga bagi aparat di lingkungannya. Jika kita bersatu, tidak ada kekuatan yang bisa menghancurkan tekad bangsa ini untuk menyelamatkan generasi emas 2045 dari bahaya narkoba,” pungkasnya.
Redaksi


