toBagoes.Aceh |Jakarta
Puluhan pekerja proyek pembangunan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sengeti, Kabupaten Muaro Jambi, mengeluhkan belum dibayarkannya upah dan biaya material selama 7 bulan.
Padahal, gedung tersebut diklaim sudah 100 persen selesai dibangun sejak Februari 2026.
Proyek MBG Sengeti dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero) dengan pengawasan dari PT Tata Karya.
Salah seorang perwakilan pekerja, yang merupakan Kepala Tukang, menyampaikan kekecewaannya. Ia mengaku telah bekerja untuk program negara, namun hak-hak pekerja belum dipenuhi.
“Kami capek Pak. Kami kerja untuk negara, untuk program makan bergizi anak-anak. Giliran kami yang butuh makan, hak kami malah belum dibayar,” ujarnya kepada media, Selasa (8/9/2026).
Para pekerja mengaku total tunggakan mencapai miliaran rupiah yang meliputi upah buruh dan pembayaran material.
Atas kondisi tersebut, para pekerja memutuskan mengadu ke Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta dan menyatakan siap melapor ke Polda Jambi jika tidak ada penyelesaian.
Mereka juga menyoroti peran mandor berinisial A dan Proyek Manager berinisial B yang disebut sulit dihubungi untuk dimintai keterangan terkait pembayaran.
“Kalau memang ada penyimpangan, kami minta ditindak. Jangan sampai program mulia ini dinodai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
Para pekerja menyampaikan 3 tuntutan:
1. PT Hutama Karya segera membayarkan seluruh hak pekerja dan pemasok material
2. BGN menindak tegas rekanan yang tidak menunaikan kewajiban
3. Aparat penegak hukum mengusut dugaan keterlambatan pembayaran yang merugikan pekerja
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada pihak mandor A dan PM B belum mendapatkan jawaban. Begitu juga dengan pihak PT Hutama Karya dan PT Tata Karya.
Pihak Badan Gizi Nasional melalui Kepala BGN, Bapak Sudaryono, diharapkan dapat memberikan atensi dan memfasilitasi penyelesaian agar hak para pekerja segera dipenuhi.
Para pekerja berharap kasus ini menjadi perhatian agar program MBG yang bertujuan menyejahterakan masyarakat tidak menimbulkan korban baru di kalangan pekerja.
Keterangan: Inisial nama sengaja disamarkan untuk kepentingan konfirmasi lebih lanjut
Kaper Wil Aceh


