BPIKPNPA RI Tegaskan Polri Harga Mati di Bawah Presiden

toBagoes.Aceh /JAKARTA
Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPIKPNPARI) menegaskan sikap tegas bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) adalah harga mati dan harus tetap berada di bawah komando Presiden Republik Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum BPIKPNPARI, Rahmad Sukendar, yang menolak keras segala bentuk upaya pelemahan maupun adu domba terhadap institusi Polri dengan kepentingan politik sesaat.

“Kami tegaskan, Polri harga mati di bawah Presiden. Jangan ada pihak mana pun yang mencoba memecah belah soliditas Polri atau melemahkan institusi ini demi kepentingan kelompok tertentu. Polri adalah alat negara, bukan alat politik,” tegas Rahmad Sukendar dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/1/2026).

Rahmad menilai, di bawah kepemimpinan Presiden, Polri telah menunjukkan profesionalisme dan loyalitas terhadap konstitusi, khususnya dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, penegakan hukum, serta mengawal agenda pembangunan dan demokrasi.
“Kapolri menunjukkan loyalitas yang jelas kepada Presiden dan konstitusi. Ini penting agar Polri tetap solid, profesional, dan bekerja sepenuhnya untuk kepentingan rakyat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rahmad menegaskan bahwa BPIKPNPARI tidak akan tinggal diam apabila terdapat upaya sistematis untuk melemahkan institusi kepolisian.

“Kami pastikan BPIKPNPARI akan selalu berada di garda terdepan menjaga marwah Polri. Siapa pun yang mencoba mengadu domba Polri dengan Presiden, akan kami lawan,” katanya dengan nada tegas.

Menurut Rahmad, menjaga soliditas Polri sama artinya dengan menjaga keutuhan bangsa dan stabilitas negara.

“Polri yang kuat dan loyal kepada Presiden adalah kunci stabilitas nasional. Dukungan kami tidak setengah-setengah,” pungkasnya.
Rahmad juga mengajak publik untuk bersikap objektif dan adil dalam menilai Polri, terutama dalam situasi darurat dan kebencanaan.

BACA JUGA  DPP KAMPUD Apresiasi KEJATI Lampung Tetapkan 3 Tersangka Tipikor Anggaran Sekretariat DPRD Lampung Utara

“Kita semua harus jujur dan memberikan apresiasi kepada Polri. Saat terjadi bencana, Polri tanpa harus diperintah selalu berada di garis depan membantu masyarakat,” tegasnya.
Ia mengakui bahwa dalam setiap institusi pasti ada oknum yang melakukan pelanggaran. Namun menurutnya, kesalahan oknum tidak boleh dijadikan alasan untuk menyerang institusi secara keseluruhan.

“Yang jelek di semua institusi pasti ada dan itu namanya oknum. Jangan karena ada yang jelek lalu rumahnya dibakar. Oknum yang nakal harus ditindak dan dibenahi. Kapolri saat ini sedang berupaya maksimal melakukan pembenahan,” jelas Rahmad yang akrab disapa Kang Tebe.

Jangan ia mengakui namun polri juga akui masih banyaknya kekurangan dan perbuatan jelek oknum anggota polri namun semuanya itu sedang berupaya semaksimal mungkin untuk perubahan

Menutup pernyataannya, Rahmad juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesejahteraan anggota Polri di lapangan.

“Namun Polri juga harus diperhatikan kesejahteraannya. Jangan hanya berpolemik di tingkat atas, sementara anggota di bawah tidak diperhatikan kesejahteraannya,” tutupnya.

Redaksi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest news

Related news